Friday, April 28, 2006
memotong,, melipat,, merekat..
maketor...
profesi mulia yang ditekuni sebagian besar anak AR tingkat II yang pengen dapet duit ekstra...
mulia karena bertujuan meringankan beban kakak2 TAers yang akan sidang...
padahal seringkali jadwal sidang bersamaan denagn waktu pengumpulan...
membuat kami, para maketor harus 'ngewayang' bermalam-malam sampai melewati batas kemampuan kami...
lebih gila lagi karena tim maketor sali yang beranggotakan 5 orang menangani 3 klien dengan spesifikasi sebagai berikut,
klien 1, Marin AR'01
kakak yang sangat baik dan perhatian... selalu menyederhanakan maketnya karena khawatir memberi tugas yang susah yang membuat kami jadi harus begadang (baru jam 10 malem dia bilang kita udah begadang!!)... selalu langsung mengganti bon pembelian barang dan juga uang makan. maketnya emang berkontur tapi gak terlalu susah, pokoknya kak Marin juara deh!!
klien 2, David AR'99
Deadliner sejati...baru ngasih gambar J-12 sebelum sidang. untung orangnya gak cerewet. sementara ini masih menunggak berlembar2 bon pembelian bahan maket, awas aja kalo gak sampe diganti!! :p. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah dia memuji maketnya dengan kata 'R-A-P-I' dan baru kemaren dia sadar kalo selama ini dia ngasinya mepet,, halah... yang jadi tantangan dari maketnya adalah sungai cikapundungnya yang entah kenapa susah nempel. cikapundungnya juga jadi palsu karena di maket warna airnya jadi biru muda,, kapaan coba cikapundung airnya biru???
klien 5, Akbar AR'99
akang yang satu ini baru gabung di sidang 3. alat dan bahan sudah lengkap dari si akang. yang jadi derita kelompok adalah massa bangunannya yang ada 400an buah. kenapa bisa?? karena proyeknya adalah komplek RSSSSSS....ampun deh,, jangan bayangin massanya itu dari sterofom yang dipotong2 kayak dadu,, tapi bayangin 400an rumah2an kecil2 dari kertas,, mulai yang ukuran 0,3 x 0,3 x 0,6 senti sampe yang paling besar ukuran 0,8 x 1,2 x 0,6 diatapin pula!!
itulah sebagian kecil dari cerita kami, malam-malam wayangan itu selalu akan menjadi kenangan..mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran di masa depan :D
profesi mulia yang ditekuni sebagian besar anak AR tingkat II yang pengen dapet duit ekstra...
mulia karena bertujuan meringankan beban kakak2 TAers yang akan sidang...
padahal seringkali jadwal sidang bersamaan denagn waktu pengumpulan...
membuat kami, para maketor harus 'ngewayang' bermalam-malam sampai melewati batas kemampuan kami...
lebih gila lagi karena tim maketor sali yang beranggotakan 5 orang menangani 3 klien dengan spesifikasi sebagai berikut,
klien 1, Marin AR'01
kakak yang sangat baik dan perhatian... selalu menyederhanakan maketnya karena khawatir memberi tugas yang susah yang membuat kami jadi harus begadang (baru jam 10 malem dia bilang kita udah begadang!!)... selalu langsung mengganti bon pembelian barang dan juga uang makan. maketnya emang berkontur tapi gak terlalu susah, pokoknya kak Marin juara deh!!
klien 2, David AR'99
Deadliner sejati...baru ngasih gambar J-12 sebelum sidang. untung orangnya gak cerewet. sementara ini masih menunggak berlembar2 bon pembelian bahan maket, awas aja kalo gak sampe diganti!! :p. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah dia memuji maketnya dengan kata 'R-A-P-I' dan baru kemaren dia sadar kalo selama ini dia ngasinya mepet,, halah... yang jadi tantangan dari maketnya adalah sungai cikapundungnya yang entah kenapa susah nempel. cikapundungnya juga jadi palsu karena di maket warna airnya jadi biru muda,, kapaan coba cikapundung airnya biru???
klien 5, Akbar AR'99
akang yang satu ini baru gabung di sidang 3. alat dan bahan sudah lengkap dari si akang. yang jadi derita kelompok adalah massa bangunannya yang ada 400an buah. kenapa bisa?? karena proyeknya adalah komplek RSSSSSS....ampun deh,, jangan bayangin massanya itu dari sterofom yang dipotong2 kayak dadu,, tapi bayangin 400an rumah2an kecil2 dari kertas,, mulai yang ukuran 0,3 x 0,3 x 0,6 senti sampe yang paling besar ukuran 0,8 x 1,2 x 0,6 diatapin pula!!
itulah sebagian kecil dari cerita kami, malam-malam wayangan itu selalu akan menjadi kenangan..mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran di masa depan :D
